Rubrik ini menjawab dua pertanyaan yang biasanya datang bersamaan: kapan sebuah pernikahan dianggap sah di mata hukum, dan apa yang harus ditempuh kalau pernikahan itu hendak diakhiri. Urutan halamannya mengikuti urutan urusan yang nyata — pencatatan pernikahan yang dulu tidak tercatat, izin bagi calon yang belum cukup umur, wali yang enggan atau tidak ada, sampai pilihan antara mengajukan cerai talak dan cerai gugat.
Yang kami tulis adalah aturan umum beserta alurnya, bukan pendapat atas perkara tertentu. Rincian sebuah perkara — tanggal peristiwa, isi surat, keterangan saksi — justru itulah yang dinilai hakim, dan rincian itu tidak bisa dibaca dari halaman web. Gunakan rubrik ini untuk mengerti istilah dan tahapannya lebih dulu, lalu bawa pertanyaan yang sudah lebih sempit ke pengadilan yang berwenang atau ke pos bantuan hukum.