SUKSEK PENGADILAN AGAMA ENDE TUNTASKAN EKSEKUSI SETELAH 18 TAHUN NON EKSEKUTABEL

SUKSEK PENGADILAN AGAMA ENDE TUNTASKAN EKSEKUSI SETELAH 18 TAHUN NON EKSEKUTABEL

IMG-20170117-WA0007

Ende | paende.net

Tahun 2017 memiliki makna tersendiri buat Pengadilan Agama Ende. Bagaimana tidak? Di momen tahun baru ini, tepatnya tanggal 12 januari 2017 Pengadilan Agama Ende sukses melakukan eksekusi rill setelah dua kali pelaksanaan eksekusi sebelunya untuk pekara yang sama gagal dilaksanakan.

Berawal dari pengajuan perkara kewarisan di Pengadilan Agama Ende yang putus diputus tahun 1999 kemudian putusan bandip PTA Kupang tahun 2002, terakhir putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2003 yang menguatan Putusan Pengadilan Agama Ende dengan mengabulkan Gugatan Para Penggugat. Di tahun 2008 pihak Penggugat mengajukan permohonan eksekusi. Proses aanmaning tak menemui kata sepakat, akhirnya ditetapkan jadwal pelaksanaan eksekusi. Namun tiba hari pelaksanaan eksekusi Tim Eksekusi kecolongan, Termohon eksekusi tertindak lebih cepat mendahului pihak keamanan dan ratusan massa dari Termohon Eksekusi menduduki  kantor Pengadilan Agama. Keamanana yang datang tak kuasa menghalau massa yang jumlahnya tak kurang dari tujuh ratus orang yang terus merangsek masuk ke ruangan-ruangan dan merusak beberapa fasilitas yang ada. Wal hasil eksekusi kala itu pun dinyatakan non eksekutabel.

Berkaca dari pengalaman tersebut, kali ini Pimpinan dan Tim Eksekusi PA Ende tertindak lebih ekstra hati-hati. Melalui Koordinasi yang intensif dengan phak keamanan  dari Polres Ende dan Pihak TNI yakni dari Kompi C Ende serta Pemerintah setempat, pelaksanaaan Eksekusi dipersiapkan secara matang, semua perhatian terpusat ke satu tujuan, eksekusi kali ini harus sukses. Apalagi dalam pengajuan eksekusi kali ini melalui tiga kali aanmaning serta melalui dua pimpinan yakni Dra. Hj. Hasnia HD., M.H. (mutasi ke Pa Gorongtalo) kemuadian diganti oleh Ruslan, S.Ag., Sh., M.H. namun dalam aanmaning kedua belah pihak tetap gagal memenuhi kata sepakat.

Hasilnya luar biasa, dibawah pengawalan 100 orang Personil dari Markas TNI Kompi C Ende dan Polres Ende, plus “serangam biru” dari Polair (Polisi Perairan) Kabupaten Ende, Eksekusi di 6 (enam) titik objek sengketa berjalan sukses.

Ende | paende.net

Tahun 2017 memiliki makna tersendiri buat Pengadilan Agama Ende. Bagaimana tidak? Di momen tahun baru ini, tepatnya tanggal 12 januari 2017 Pengadilan Agama Ende sukses melakukan eksekusi rill setelah dua kali pelaksanaan eksekusi sebelunya untuk pekara yang sama gagal dilaksanakan.

Berawal dari pengajuan perkara kewarisan di Pengadilan Agama Ende yang putus diputus tahun 1999 kemudian putusan bandip PTA Kupang tahun 2002, terakhir putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2003 yang menguatan Putusan Pengadilan Agama Ende dengan mengabulkan Gugatan Para Penggugat. Di tahun 2008 pihak Penggugat mengajukan permohonan eksekusi. Proses aanmaning tak menemui kata sepakat, akhirnya ditetapkan jadwal pelaksanaan eksekusi. Namun tiba hari pelaksanaan eksekusi Tim Eksekusi kecolongan, Termohon eksekusi tertindak lebih cepat mendahului pihak keamanan dan ratusan massa dari Termohon Eksekusi menduduki  kantor Pengadilan Agama. Keamanana yang datang tak kuasa menghalau massa yang jumlahnya tak kurang dari tujuh ratus orang yang terus merangsek masuk ke ruangan-ruangan dan merusak beberapa fasilitas yang ada. Wal hasil eksekusi kala itu pun dinyatakan non eksekutabel.

Berkaca dari pengalaman tersebut, kali ini Pimpinan dan Tim Eksekusi PA Ende tertindak lebih ekstra hati-hati. Melalui Koordinasi yang intensif dengan phak keamanan  dari Polres Ende dan Pihak TNI yakni dari Kompi C Ende serta Pemerintah setempat, pelaksanaaan Eksekusi dipersiapkan secara matang, semua perhatian terpusat ke satu tujuan, eksekusi kali ini harus sukses. Apalagi dalam pengajuan eksekusi kali ini melalui tiga kali aanmaning serta melalui dua pimpinan yakni Dra. Hj. Hasnia HD., M.H. (mutasi ke Pa Gorongtalo) kemuadian diganti oleh Ruslan, S.Ag., Sh., M.H. namun dalam aanmaning kedua belah pihak tetap gagal memenuhi kata sepakat.

Hasilnya luar biasa, dibawah pengawalan 100 orang Personil dari Markas TNI Kompi C Ende dan Polres Ende, plus “serangam biru” dari Polair (Polisi Perairan) Kabupaten Ende, Eksekusi di 6 (enam) titik objek sengketa berjalan sukses.

IMG-20170120-WA0004IMG-20170120-WA0011IMG-20170120-WA0009IMG-20170120-WA0007

Panitera PA Ende Drs. H. Laseman, M.H. sebagai Eksekutor kepada redaksi dalam wawancara singkat menyatakan bahwa eksekusi kali ini berjalan sukses atas kerjasama yang baik antara tim eksekusi, pimpinan dan aparat keamanan.

“Dalam beberapa bulan ini kami terus berkomunikasi secara insentif dengan pihak keamanan, Alhamdulillah aparat keamanan dari Polres Ende dan Kompi C ende merespon cepat dengan mengamankan lokasi pelaksanaan eksekusi, bahkan Polres Ende menerjunkan pasukan khusus dari Unit Polair dengan seragam biri khusus untuk mengawal Pegawai PA Ende yang ikut ke lokasi” Kata Laseman. “Perlawanan  tetap adak namun karena kesigapan aparat kemanan  sehingga semua berjalan sukses” lanjutnya. Tak hanya itu penjagaan di seluruh aset PA Ende juga dilakukan demi menjaga demi menjaga hal-hal yang tidak diingikan.

Dalam kesempatan yang sama Irwahidah MS, S.Ag.,M.H. Hakim PA Ende menyapaikan sebelum pelaksanaan eksekusi Tim Eksekusi PA Ende dan aparat kemanan melakukan pertemuan khusus atau briefing di aula/ruang sidang utama PA Ende “Kami tegaskan bahwa tim eksekusi jangan mendengarkan suara-suara yang dihembuskan dari pihak tertentu bahwa lokasi eksekusi tidak kondusif”.  “..yang berhak menyatakan tidak kondusif hanya pihak keamanan, dan disitulah fungsinya keamanan dilibatkan dalam pelaksanaan eksekusi”.

Dihubungi secara terpisah Ketua PA Ende, Ruslan, S.Ag., Sh., M.H. menyapaikan selamat kepada Tim Eksekusi atas kesuksesan dalam pelaksanaan eksekusi, semua patut mendapalkan apresiasi.

“Kesusksesan eksekusi yang sebelumnya tertunda tak kurang dari 18 tahun, tak dapat dipungkiri  akan makin meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja aparat Peradilan Agama khususnya PA Ende” kata Ruslan.

Rasa puas dan lega jelas terpancar dari wajah pemohon eksekusi, bagaimana tidak? sudah puluhan tahun menunggu saat-saat seperti ini.

“Kami percaya Pengadilan Agama mampu menjalankan putusannya (baca:eksekusi) apalagi ini bukanlah eksekusi pertama yang dilakukan PA Ende. Hanya saja permohonan kami tertunda kerana adanya perlawanan dar pihak termohon eksekusi pertama tahun 2008”

Salut! Selamat untuk Tim Eksekusi, selamat untuk PA Ende, selamat untuk Peradilan Agama, eksekusi ini adalah salah satu bukti bahwa Peradilan Agama memang layak disandingkan dengan Peradilan lainya, meski sinisme acapkali diterima oleh peradilan agama, namun masyarakat bisa melihat dan tak perlu meragukan peradilan agama, Sekali lagi selamat.     (Tim IT/A2)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *