Layanani Mereka Tanpa Pandang Bulu

Layanani Mereka Tanpa Pandang Bulu

Oleh: Abdul Manaf

Ada cerita menarik yang bisa diambil pelajaran. Konon dikisahkan ada seorang raja yang terkenal arif dan bijaksana. Dia memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas. Dalam melakukan pembinaan ke bawahannya, dia sering menyamar sebagai orang biasa. Berinteraksi seperti layaknya rakyat kebanyakan.

Suatu hari sang raja mendatangi sebuah kantor layanan. Bertemu dengan petugas meja informasi, beliau menyatakan ingin bertemu dengan pimpinan kantor. Setelah menunggu cukup lama, dengan alasan yang tidak jelas, akhirnya beliau bertemu dengan kepala kantor. Hidangan yang disuguhkan hanya segelas air putih, dan kue kering seadanya. Penyamaran sang raja hampir sempurna, sampai-sampai sang tuan rumah tidak mengenalinya.

 

cerita-jodha-akbar

Beberapa waktu berselang, sang raja mengunjungi kantor yang sama, tentunya dengan mengenakan segala atribut kebesarannya. Pakaian layaknya seorang raja, dan kendaraan mewah lengkap dengan para pengawalnya. Sang tuan rumah tergopoh-gopoh datang menyambutnya, setelah diberitahu kedatangan sang raja. Bagian umum tampak sangat sibuk menghidangkan makanan dan minuman berbagai rupa. Setelah semua makanan lezat dan minuman segar selesai disajikan di hadapan sang raja, tiba…tiba….

Sang raja yang terkenal bijak itu melumurkan segala hidangan makanan dan minuman ke pakaian kebesarannya. Tentu saja hal itu menimbulkan keheranan semua yang hadir menyaksikannya. “Ampun Tuan Raja, ada apakah gerangan yang terjadi?” tanya kepala kantor penuh keheranan.

“Ketahuilah oleh kalian semua para abdi kerajaan !” sabda Raja. “Sewaktu aku datang kesini dengan pakaian biasa, kalian menyuguhiku dengan hidangan seadanya. Sekarang aku datang dengan pakaian raja, kalian menghormatiku luar biasa, jadi semua hidangan itu untuk pakaianku bukan untuk aku sebagai tamu, maka aku lumurkan semuanya ke pakaianku, apakah kalian mengerti?”

Seperti itulah kita yang bekerja di kantor Pengadilan atau Mahkamah di lingkungan peradilan agama. Hendaknya kita melayani orang tanpa pandang bulu. Jangan sampai terhadap pencari keadilan yang berjalan kaki, kita perlakukan berbeda dengan yang berkendaraan mobil. Kita harus perlakukan mereka yang datang ke kantor kita dengan sama dan adil. Kita layani para tamu yang datang dengan sebaik-baiknya. Profesional dan proporsional. Jangan sampai kalau ada tamu yang datang turun dari kendaraan mewah, maka ketua pengadilan atau mahkamah yang datang langsung menyambutnya, tapi kalau yang datang kaum dhu’afa, maka semua pegawai dan petugas tidak memperdulikannya. Semoga itu tidak terjadi. Jadikan layanan pengadilan atau mahkamah di lingkungan peradilan agama benar-benar  memuaskan untuk semua pencari layanan dan keadilan.

Sumber : Pojok Pak Dirjen BADILAG (www.badilag.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *